Mad jari dan saudaranya yang petugas PLN

 "Mad jari" bercerita pengalaman setiba dari luar kota yang cukup jauh dipedalaman, ke muradi 

Di tempat warung kopi mak ten.


Mad jari awalnya bingung mau memulai dari mana,.


"Di" ada kejadian waktu saya berkunjung ke saudara saya. Apa itu ?  kata muradi


Saat hari senin minggu yang lalu saya mendengarkan dialog antara orang PLN ketika memperkenalkan produk pemasaran listrik prabayar ke beberapa penduduk di tempatkan disebuah balai desa.


"Pegawai PLN"  bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, sekarang PLN mengeluarkan listrik prabayar 


Dimana bapak-bapak dan ibu-ibu tidak perlu repot repot lagi apabila listriknya mati ,cukup dengan membeli pulsa dimasukkan ke meteran listrik .sambil memperagakan bagaimana cara memasukkan no token yang ada.


Tiba-tiba ada peserta yang bertanya, pak disini kan tidak ada jaringan pemancar, bagaimana bisa kita gunakan ditempat kita listrik itu??


Peserta lain pun ada yang memberi usulan, bagaimana kalau kita beli pemancar dulu??


"Pegawai PLN" rupanya menyadari ada yang salah waktu menyampaikan seharusnya bukan pulsa tapi token.


Bukan begitu bapak dan tidak begitu bapak, memberi sanggahan terhadap pernyataan ke 2 orang tersebut


Bagaimana bapak ?kita kan harus beli pulsa, berarti kan harus ada pemancar dulu kalau listriknya dapat hidup.


Peserta yang lain,ada yang  memberi tanggapan. Iya bapak bagaimana kasih hidup listriknya kalau tidak ada pemancarnya sehingga nembuat suasana semakin ramai dan kacau 


"Pegawai PLN" waduh! Gawat ini saya sudah salah memberikan penjelasan tadi, tapi berupaya tenang.


Tenang- tenang bapak-bapak dan ibu-ibu 

"Pegawai PLN" berupaya menenangkan suasana


Seketika peserta mulai tenang. Dan pegawai PLN mencari akal bagaimana bisa penjelasannya bisa diterima oleh peserta.


Akhirnya "pegawai PLN" berunding dan disepakati untuk mempraktekkan bagaimana listrik itu dipasang hingga pembelian token dan memasukkan secara detail ke perserta.


Akhirnya peserta mulai paham. " Pegawai PLN" kembali ke kantornya dengan dapat pengalaman baru yang menarik. 


mendengar cerita mad jari, muradi dan mak ten tertawa terpingkal pingkal " ha ha ha ha ha "


S4N BP 10

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mad jari sholat di masjid kampung

Ya Allah Hu Ya Robbi tuntun lidahku dalam keharuman melatiMu ketika ku bicara

Cara Mudah Sholat Khusyu'